Bapak dan Anak

Anakku …. Ananda Sabil Hussein

Masih segar dalam ingatan, ketika di pagi buta hari Minggu 10 Juli 2005 sebuah limousine yang sudah dipesan menjemput Bapak & Ibu untuk diantar dari kota Wolongong menuju bandara Kingsford Smith – Sydney; Sabil kami tinggalkan di Sky Accomodation dan bersekolah di UOW selama 18 bulan untuk mengambil gelar Master of Strategic Marketing.

Masih segar pula dalam ingatan, ketika itu Bapak usap kepala Sabil sembari mengucap doa Jenderal Douglas MacArthur yang sangat terkenal:

“Tuhanku… Bentuklah puteraku ini menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah puteraku ini menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku… Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah hamba seorang putera yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya… Berikan dia cukup kejenakaan sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. Tuhanku… Berilah ia kerendahan hati… agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…”.

Anakku …..

Kini, hari ini, Rabu – 12 Agustus 2009 pukul 19.50, dengan menumpang SQ297 Boeing 777-200 engkau berangkat dari Singapura langsung menuju Christchurch yang berjuluk Garden City, sebuah kota berpenduduk hampir 350 ribu di pulau bagian Selatan dari New Zealand dalam rangka menunaikan tugas belajar dari Negara dan meraih gelar PhD.

Agar memiliki bekal pengetahuan untuk lebih memahami makna hidup, untuk mengiringi keberangkatan ke sana – sekali lagi kini Bapak mengulang doa MacArthur itu, ….. dan dalam kesempatan ini Bapak berpesan pula untuk diingat sampai kapanpun …. bahwa ilmu yang engkau tuntut hanyalah sekadar jembatan, yang penting tetap bertakwa dan tawakal kepadaNya. Ingatlah pesan-pesan dalam riwayat Lukman, orang biasa yang terpilih namanya diabadikan Allah Swt dalam salah satu surat Al Quran, kepada anaknya:

“Anakku, ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah”.

Anakku ……

Untuk Dita & Alia, tidak usah terlalu dipikirkan …. Bapak dan seluruh keluarga turut menjaganya dan menyelimutinya dengan doa.

Selamat berjuang anakku …. Waja Sampai Kaputing.

Bjm, Rabu, 12 Agt 2009 pkl 20.00

Roben
Ayahnda yang selalu mengasihimu