Italia, Dari Brutus Hingga Ferragamo

Entah mengapa, ketika hari itu, Rabu, 11 Mei 2011 menjejakkan kaki di bandar udara internasional Leonardo da Vinci, aku teringat dengan Brutus. Dalam sejarah, Brutus dikenal sebagai salah seorang Senator Kota Roma dan sahabat karib Julius Caesar, kaisar Roma yang dibunuhnya. Melekat dalam benakku kata-kata terakhir Caesar sebelum menghembus nafas terakhir: “ Et tu, Brute ” (Dan engkau juga, Brutus?) Itu salah satu sejarah, sejarah hidup manusia yang berkisar diantara persahabatan dan penghianatan.

Di hari kedua perjalanan kami itu, dari bandar udara di kota Roma kami langsung diajak putar-putar melihat peninggalan sejarah yang dahsyat. Kami melihat langsung St Peter Basilica, Vatican – itu tempat pusat agama Katolik dimana Paus bertahta. Luar biasa mewah dan megahnya. Selanjutnya berfoto di sekitar Colloseum tempat dahulu gladiator bertarung. Kemudian perjalanan berlanjut ke Roman Forum, tempat yang kini ditandai dengan reruntuhan pilar gede-gede, yaitu pusat kehidupan publik Roma jaman dulu. Aku membayangkan dimana di forum itu dahulu orang bebas berpidato menyampaikan pendapatnya, juga tempat prosesi mengumumkan kemenangan atau pemilihan, hingga tempat si terpidana diumumkan hukumannya.

Objek wisata selanjutnya, setelah Trevi Fountain dan melihat patung pemersatu Italy, Vittorio Emmanuelle, adalah Sungai Tiber yang membelah kota Roma. Sungai ini juga menyimpan sejarah kelam, salah satunya adalah pernah menjadi tempat dibuangnya mayat  Paus Formosus, pemimpin gereja Katolik dan kepala Negara Vatican pada tahun 891 – 896. Paus Stefanus VI, penerus Paus berikutnya yang bermusuhan dengan Formosus menggali kuburnya dan mendakwa Formosus (yang sisa tulang belulang) menjarah biara-biara di Roma, memberikan komuni tanpa memperhatikan larangan gereja, dan menentang kaisar.

Jenazah Formosus digali, dipakaikan jubah kepausan, dan didudukkan di atas sebuah kursi tahta untuk menghadapi semua tuduhan, dalam Pengadilan Anumerta, yang telah dituduhkan sejak zaman Yohanes VIII. Hasil putusannya menyatakan bahwa Formosus tidak layak menjabat sebagai Paus, kemudian tiga jari tangan yang sisa tulang dipotong, dan atas suruhan Paus Stefanus VI tulang belulang Formosus dibuang ke sungai Tiber … ck ck ck. Wah ini cerita jalan-jalan apa pelajaran sejarah ?

Sehari di Roma benar-benar menjelajah kemana-mana. Tidak hanya obyek wisata, tapi termasuk apa yang berbau Italy dirasa, dicoba. Mulai dari Pizza, Spaghetti, Ravioli, Lasagna, Parmigiano-Reggiano, termasuk cappucino, semuanya asli ….. hehehe dari Italia.

Roma dan Italy memang top dan keren. Masyarakatnya ramah walau pembawaannya agak kasar, ceweknya cantik-cantik, cowoknya kayak Alain Delon semua, pokoknya Italy memang top. Siapa yang tak kenal desainer Italia seperti Gucci, Armani, Versace, Bruno Magli, Gianfranco Ferre, Prada, Tonino Lamborghini, Testoni, Ferragamo. Belum lagi klub sepak bola elit mereka seperti AC Milan, Inter Milan, Udinese, Napoli, AS Roma, Sampdoria, Bologna, Parma.

Namun sayang kehebatan Italia serasa pudar ketika kami check in hotel setelah seharian mengunjungi objek wisata. Hotel Delta yang berbintang empat, tempat kami menginap di Roma, liftnya sama seperti lift umumnya di Indo 20 tahun lalu. Makan paginya sangat sederhana, roti atau sereal ditambah aneka keju dan sayur mentah.