Venezia Islands

          Hari keempat perjalanan kami dengan “West Europe 13D”  …………… Travel (travel biro cukup ternama di ibukota) adalah mengunjungi Venice atau Venezia yang terletak di sebelah Utara negara Italia. Saya lebih suka menyebut Venezia, karena Venice juga ada di banyak negara bagian Amrik. Ada Venice di California, Florida, Illinois, dan di Louisiana. Venezia adalah ibukota Veneto, yaitu wilayah/region Italia yang berbatasan dengan Austria dan sebelah timurnya berbatasan dengan Laut Adriatik.

           Dalam benak saya Venezia itu lekat dengan gondola, dan juga tempat lahirnya penulis dan petualang Marco Polo dan Casanova, serta lokasi pengambilan banyak film terkenal, sebut saja film-film James Bond seperti From Rusia with Love, Moonraker, Casino Royale, Fellini’s Casanova yang dibintangi Donald Sutherland, Italian Job, The Merchant of Venice, Lara Croft Tomb Raider, dan terakhir The Tourist yang dibintangi Angelina Jolie & Johnny Depp.

Kunthi - Jukung Venice - Gondolier - Ponte di Rialto

Venezia adalah kota wisata berpenduduk sekitar 270 ribu jiwa. Semula saya kira kota Venezia itu berada di suatu daratan saja, ternyata tidak. Venezia terbagi dua, yang satu di sebut Venezia Mestre (diucapkan may-stray), yaitu bagian dari kota Venezia yang menyatu dengan daratan Italia lainnya, sedangkan Venezia lainnya adalah kumpulan dari 118 pulau kecil yang disebut laguna Venezia  yang terbagi dalam enam distrik (sestieri). Nah, tujuan kami adalah Venezia yang ada di salah satu dari pulau-pulau tadi, yaitu sestieri (distrik) San Marco – tempat dimana obyek utama wisata Venezia berada seperti Lapangan St Mark, Basilika Santo Markus, Istana Doge, Bridge of Sigh, Ponte di Rialto, Dandolo Palazzo San Moise, La Fenice teater.

Setelah melewati Ponte Della Liberta, jembatan penghubung Mestre dan kepulauan Venezia, sampailah kami di Tronchetto, yaitu lahan reklamasi yang nempel di Venezia tempat parkir kendaraan nan luas. Dari sana kami naik taksi air yang disebut vaporetti menuju distrik San Marco. Belum sampai tujuan, kami sudah dibuat berdecak kagum dengan pemandangan di kiri kanan dari kanal yang kami susuri. Bangunan-bangunan kuno seperti yang biasa hanya dapat dilihat di film-film, sekarang ada di depan mata, membuat Kunthi sibuk dengan kameranya. Tidak sampai 1 jam menyusuri grand canal, sampailah rombongan kami di dermaga tidak jauh dari piazza San Marco.

Di tengah-tengah hilir mudik dan hiruk pikuk turis manca negara, aku ucapkan puji syukur kepada yang kuasa yang memberi kami kesempatan untuk menginjak salah satu kota unik di dunia. Di Venezia tidak ada mobil lalu lalang. Jalan hanya digunakan untuk pejalan kaki, dan sarana transportasi hanya taksi air melalui kanal-kanal sempit di muka maupun di belakang bangunan. Tidak salah kalau Venezia disebut kota seribu kanal.

Piazza San Marco - Alun-alun Venezia

Puas berfoto di sekitar objek wisata wajib seperti Palazzo Ducale (istana Doge), basilika, St Marks Square berikut menara observasinya, bridge of sigh,   ponte di Rialto, lalu kami mencoba naik gondola. Di Banjarmasin, yang biasa disebut Banjar (kota tempat kelahiranku) kami sudah terbiasa naik “gondola” yang di sana disebut Jukung. Tapi naik “jukung” di Venezia beda, ada sensasi tersendiri; utamanya karena bersampan di sekitar bangunan yang didominasi bergaya Renaisans dan Gotik, dan pedayungnya bule.

Hal lain yang menarik perhatian ketika di Venezia kepulauan ini adalah: di setiap sudut kota ada turis, turis dan turis, serta orang-orang yang mencari nafkah dari para turis. Segalanya mahal, mulai harga makanan dan minuman, pakaian, tarif kamar hotel,  hingga souvenir, maklum kota turis. Sekali masuk toilet umum 1,5 Euro atau sekitar Rp 20 ribu, mungkin toilet termahal di dunia. Toko-toko yang menjual barang branded ada di mana-mana, namun letaknya berhimpit diantara gang sempit, khas jalan di Venezia.

Setelah membeli sekadar souvenir, termasuk gambar khas bangunan terkenal Venezia, kami langsung  menuju titik pertemuan di sekitar jembatan bridge of sigh. Di sore hari itu juga, dengan  vaporetti, kami kembali menuju tempat bus diparkir dan meninggalkan Venezia kepulauan menuju Smart Hotel Holiday di Mestre, tempat kami menginap. Singkat sekali berada di Venezia, kota seribu kanal, bagai mimpi.