Rural Landscape, Tyrol - Austria

Walau morning call belum saatnya, pukul 04:00 hari itu, Sabtu 14 Mei, aku & Kunthi sudah bangun. Sambil menunggu Kunthi shalat bergegas kubuka iPad karena ingin tahu perkembangan pak Abink, anak kami di Christchurch, NZ yang baru menjalani operasi batu empedu.  Kali ini berbeda dengan hotel sebelumnya tempat dimana kami menginap. Ketika di Roma dan Prato, hotel kami tidak menyediakan fasilitas wi-fi dalam kamar, dan lift kuno yang ada juga membuat kesal banyak orang.

Smart Hotel Holiday yang berbintang 4, walau ada di sekitar jalan raya A4 ringroad Venezia Mestre, tapi wi-fi dalam kamar lancar dan gratis, lift bagus, dan kamarnya simpel menyenangkan. Namun tetap saja kita tidak boleh terjebak dengan klasifikasi bintang hotel, karena ternyata sistem klasifikasi bintang untuk tahu mutu dan kualitas sebuah hotel berbeda, setidaknya antara hotel-hotel di Asia umumnya dengan Eropa.  Bila hotel bintang 4 di negara Asia biasanya tamu dimanja dengan disediakan sabun, shampoo, sikat gigi & pasta, sisir, shower cap, cotton bud, disposal bag dan lainnya, tampaknya amenities hotel-hotel di Eropa untuk bintang yang sama cukup ada sabun dan shampoo saja. Juga tidak disediakan tea – coffee making facilities dalam kamar.

Hari itu tujuan kami adalah kota Lucerne atau Luzern, Swiss yang berjarak tempuh sekitar 360 km. Sebelum berangkat, hal pertama yang aku cek adalah cuaca di Lucerne, dan keadaan negara Swiss. Saat akan berangkat, pukul 09:00 di Mestre temperatur berkisar 20 oC dan temperatur umumnya di Lucerne pada bulan Mei berkisar 18 oC pada siang hari dan 9 oC di malam hari.

Karena perjalanan Venezia – Lucerne cukup panjang, sekitar 6 sampai 7  jam perjalanan dengan bus bila kecepatan rata-rata 65 km/h, tidak lama setelah bus berjalan tour leader kami menawarkan: apa mau langsung ke Lucerne, atau mampir ke Innsbruck, Austria, atau melalui Milan, Italia ?

Innsbruck adalah kota pegunungan di Austria yang terkenal dengan olimpiade musim dingin, Milan adalah ibukota region Lombardia, dikenal sebagai kota fashion dan pusat ekonomi Italia. Milan juga homebasenya klub elit sepakbola AC Milan dan Inter Milan, dan perusahaan terkenal di Italia seperti Alfa Romeo, Bugatti, Pirelli, Versace, Dolce & Gabbana,   Armani, Prada.

Singkatnya, setelah diadakan voting dalam bus, ternyata mayoritas memilih ke Lucerne via Innsbruck. Maka jadilah kami ke salah satu kota di Austria. Berarti setelah pagi sarapan di Italia, makan siangnya di Austria. Sepanjang perjalanan menuju Innsbruck, pemandangan alam pedesaannya sangat mengesankan. Melihat sekilas dari dalam bus, sangat jelas Austria – setidaknya di negara bagian Tyrol yang beribukota Innsbruck – negara makmur.

Golden Roof, Innsbruck - Austria

Tiba di Innsbruck kami diturunkan di pusat kota lama, tempat dimana beberapa objek wisata berada. Salah satunya yang terkenal dan mungkin paling banyak difoto orang adalah “Golden Roof” yang kini menjadi simbol kota. Golden Roof sebenarnya “hanyalah” balkon berlantai tiga yang atapnya berlapis emas, dibuat oleh Pangeran Friedrich IV pada awal abad 15 untuk menghormati perkawinan kedua Kaisar Maximilian I, penguasa Kerajaan Romawi Suci, dengan anak  adipati Milan, Bianca Maria Sforza.    Ceritanya balkon itu untuk kaisar Maximilian duduk di singgasananya sambil menikmati turnamen atau kegiatan warganya di alun-alun yang ada di bawahnya.

Innsbruck, salah satu kota tercantik di Eropa, memiliki banyak tempat wisata yang perlu dikunjungi, termasuk bangunan terkenal bergaya Barok dan Gotik, museum, gereja, taman dan kebun, tapi kami tidak punya banyak waktu. Maka, setelah puas menjelajah jalan utama tempat turis duduk-duduk dan berfoto ria, Maria Theresien Strasse, dan setelah makan di Mc’D, kami melanjutkan perjalanan menuju Lucerne.

Old Town, Innsbruck

          Setelah menempuh lebih kurang 230 km dari Innsbruck, pukul 21:00 waktu setempat sampailah kami di kota Lucerne dan langsung menuju hotel tempat kami menginap, Grand Hotel Europe, hotel bintang 4 bergaya klasik (dibangun tahun 1872) yang menggabungkan masa lalu dengan tampilan kontemporer.

          Kedatangan kami malam itu di Lucerne disambut hujan deras, namun ketika  memasuki bangunan hotel terasa keramahan yang hangat khas Swiss, padahal ketika itu temperatur 10 oC. Akhirnya, karena sudah larut malam dan hujan deras, bekal yang  dibawa dari Innsbruck, nugget & kentang plus coklat kami santap di kamar. Maka, lengkaplah hari itu sarapan di Italia, makan siang di Austria, dan makan malam di Swiss.